Rahmat Jabaril (l. 1968) Bertemu Intel Hari ini di Kafe Utan Kayu aku bermuka dengan seorang intel pangkatnya bersembunyi di jaket kulit hitam dan tangkap aura yang kubawa Kita saling […]
Puisi
Puisi: Malam di Sepanjang Jalan Cibaduyut – Niken Kinanti (l. 1990)
Niken Kinanti (l. 1990)Malam di Sepanjang Jalan Cibaduyut apa yang tergenag dari bola matamuadalah kesedihan beku saat kendaraan berjajar lalu berlalugadis kecil peminta recehan di Jalan Cibaduyutbajunya sobek mulutnya luka-luka […]
Puisi: Yang Tertinggal di Situ Patengang – Niken Kinanti (l. 1990)
Niken Kinanti (l. 1990)Yang Tertinggal di Situ Patengang Yang tertinggal disana adalah jejakmu, dalam dingin udara situKuraih segala mimpi-mimpi bersama obrolan tak hentiAdakah takdir terkadang buruk rupa?Mengambil apa saja yang […]
Puisi: Bulan Terbenam di Dadamu – Niken Kinanti (l. 1990)
Niken Kinanti (l. 1990)Bulan Terbenam di Dadamu Bulan terbenam di dadamu. Tak ada perempuan khusyuk sepertimu.Jari jemari lentik memetiki tetumbuhan sebagai lalapan. Bulan terbenam di dadamu. Aku tak salah memilih […]
Puisi: Nelayan Gagal Menangkap Presiden – T. Wijaya (l. 1970)
T. Wijaya (l. 1970)Nelayan Gagal Menangkap Presiden Nelayan selalu gagal menangkap presiden di sungai Musi.Mereka kelaparan tiap sore hari. Hampir satu abad ikan-ikan disantap presiden. Tapi mereka selalu memilih presiden.Mereka […]
Puisi: Getir Malam di Stasiun Lempuyangan – Naning Scheid (l. 1980)
Naning Scheid (l. 1980)Getir Malam di Stasiun Lempuyangan Pada binar ruang di samping loket, angin mewakili bisu yang riuh; potongan hati tempo hari – jatuh, terserak di keramik retak Lalu […]
