Rida K Liamsi Dari jendela rumah adat yang muram di Sumpur, burung duka melintas riak Singkarak, menembus kelam menuju malam. Jauh entah kemana. Hanya duka yang tahu, hanya benci yang […]
Puisi
Puisi: Selembar Koran dan Sejumlah Kolom yang Berebut Tempat – Bernard Batubara
Bernard Batubara 1. Halaman Depan dan Pengosongan Lahan aku ini Tajuk Utama, harusnya tempatku di halaman muka dengan ukuran huruf judul yang paling besar dan supertebal kenapa malah aku dibuang […]
Puisi: Mungkin Bulan – Jamil Massa
Jamil Massa Mungkin bulan, mungkin bukan, yang terbit bak sebuntal bualan di Bukit Mambual, yang tak tertampik dan tampak licin bagai ubin rumah bersalin, tempat istriku bakal berbaring barang sepuluh […]
Puisi: Jenggot Haji Agus Salim – Heru Joni Putra
Heru Joni Putra Haji Agus Salim berdiri Di depan Pintu Surga; Jenggotnya menjuntai-juntai ke bumi. Badrul Mustafa melompat-lompat, Berusaha menggapai jenggot Haji Agus Salim, Beratus-ratus tahun lamanya. “Tak ada Tangga […]
Puisi: Televisi – Asrina Novianti
Asrina Novianti akhirnya kau memilih menelusup dan masuk ke dalam televisi. demam pada asmara telenovela. singgah dari satu saluran ke lainnya. menyimak perubahan musim di pelbagai dunia. meminum racun, senggama, […]
Puisi: Jam yang Tercecer – Khalish Abniswarin
Khalish Abniswarin Aku lihat diriku adalah arloji mahal terbelenggu di lengan yang tak pandai menghargai waktu. Aku tak lebih angka ke angka yang mandul. Sebelum mereka yang bukan anakku mengirimku […]
Puisi: Kematian Hang di Payau Deli – Bresman Marpaung
Bresman Marpaung 1) para tengku bersama hulubalang barangkali juga angin keramat selepas tumbuh musim berburu laba jatuh dibabat penyusup bernafsu pengerat babah dan tuan kota pandai menyimpan rupa memetik-metik rancak […]
Puisi: Tahukah Engkau Pekerjaan Paling Bersih di Dunia? – Khalish Abniswarin
Khalish Abniswarin Temanku itu masih belia. Dia tak terlalu menguasai banyak teori. Ijazahnya juga belum sempat terlalu tinggi. Dia ha- nya mengerti jika ada yang terlanjur kotor maka tugasnya membuat […]
Puisi: Burung Murai – Erni Aladjai
Erni Aladjai (1) Di halaman puri yang ditumbuhi banyak bunga peoni putih seorang tabib sedang meramu teh di kepalanya hinggap seekor murai dan anaknya hidup adalah begini ketika kau mampu […]
