Laksmi Pamuntjak Tiap perjalanan mungkin bermula dari tangga atau dari kaki yang terseret sepanjang lorong di rumah nenek yang tua, di mana pintu terbuka, mungkin ke bayang & bekas tinta. […]
Puisi
Puisi: Syair Maling – Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib Perjuangan utama sebuah syair, hanyalah Untuk tak menjadi slogan Atau kembang plastik Dari Tuhan lahir seorang bayi Dituding sebagai subversi, atau dipupuk Menjadi hostes para priyayi Syair-syair […]
Puisi: Apakah Puisi-puisi Ini – Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib Apakah puisi-puisi ini Jelmaan roh-Mu, Tuhanku Sehingga aku merasa bahagia Jika bergaul dengannya Ia selalu membuka ruang Hingga aku setia pada kemungkinan Ia adalah sembahyang Yang penuh […]
Puisi: Lagu – Emha Ainun Nadjib
Emha Ainun Nadjib Sangatlah nyaman Serta penuh kekhusyukan Bersahabat dengan angin Dan matahari pagi Wajah gadisku yang membayang Mengajakku sejenak berpejam Tunduk kepala, dan Menggumamkan salam […]
Puisi: Aku – Dato H Tedja Alhabd
Dato H Tedja Alhabd menerobos karang rasa perih kutuang di kedalaman laut menyibak bara melepuh pedih kujadikan belantara merentas duri darah mengalir kujadikan sungai bersenggama dengan kata bercumbu di ladang […]
Puisi: Pulang dari Riau – Chavchay Syaifullah
Chavcay Syaifullah bukan soal kesunyian dan kegelisahan hujan kecil yang sombong pada tanah tak sampai membekas jadi biru kemiskinan yang tua di negeriku akan semakin muda kuikuti jalan ini sambil […]
Puisi: Lelaki yang Membaringkan Rindunya di Aspal Basah – Khrisna Pabichara
Khrisna Pabichara Di aspal basah, lelaki itu membaringkan rindunya. Kau kenal lelaki itu. Kenal baik. Dulu, dulu sekali, di hadapanmu ia racah harapan-harapan yang baik. “Dadaku sudah bersih dari kamu […]
Puisi: Nguyen, Amerikamu Itu – Chavchay Syaifullah
Chavchay Syaifullah selamat malam, nguyen! seperti amerika, wajahmu sambal tomat di singapura dan di filipina tadi aku dipaksa mencopot sepatu kini di pintu negerimu sepatu memaksa ginjalku copot berantakan di […]
Puisi: (di trotoar bersama orang pulang kerja) – Beni Setia (l. 1954)
Beni Setia (l. 1954) (di trotoar bersama orang pulang kerja) di trotoar bersama orang pulang kerja aku jadi orang ketiga. Juga bagi diri bersama. Berjalan dan membayang pada etalase aku […]
