Nanang Suryadi (l. 1973)Epilog Sempurnalah sempurna segala inginDi ambang surup matahari mendingin Segala senja telah kau beri tandaDi padang-padang buru di tebing-tebing cuaca Telah disemayamkan segala kelakarTerbakar bersama belukar julai […]
Puisi
Puisi: Suburbia – T.S. Pinang (l. 1971)
T.S. Pinang (l. 1971) Suburbia jantung kota kami telah meledak, melesak hingga ke ujung-ujungjemarinya. di ujung-ujung jemari kota kami itu kami menjilati remahremahdi pinggir piring-piring makan kami. berserak, bersebaran kemana-mana, […]
Puisi: Puisi dari Warnet Bernama Dini Hari – T.S. Pinang (l. 1971)
T.S. Pinang (l. 1971)Puisi dari Warnet Bernama Dini Hari (aku dengar nirvana bersama bob marley berdebat dengan guns ‘n roses tentang siapa lebih hebat: beatles atau sheila on 7) dan […]
Puisi: Program Pembangunan: Penggalian Jalan – T.S. Pinang (l. 1971)
T.S. Pinang (l. 1971)Program Pembangunan: Penggalian Jalan maka kami mencoba ingkari setiap kali, kota kami sungguh rajinmenyakiti tubuhnya sendiri. inikah akibat diet tak sehat bertahuntahun,lalu kini panen penyakit dan organ […]
Puisi: Tuah Batu 5: Mirah Delima – T. S. Pinang (l. 1971)
T.S. Pinang (l. 1971)Tuah Batu 5: Mirah Delima kamilah merah tanah negeri nyiur berdaun matahari, fajarnya menyala semerah semangat terpahat di kristal delima. mirah rubi yang membakar hawa lapar dan […]
Puisi: Berita Akhir Tahun – H. Amang Rahman Jubir (1931-2001)
H. Amang Rahman Jubir (1931-2001)Berita Akhir Tahun Di batu-batu yang terjalKujumpa muara ajalKalau kau datang,Datanglah lewat depan,Kuucapkan ‘Salam’Lalu aku akan terbaring 1991 Sumber: Sumber: Sajak Putih (Pustaka Adiba, Surabaya; Cet. […]
Puisi: Sajak Putih – H. Amang Rahman Jubir (1931-2001)
H. Amang Rahman Jubir (1931-2001)Sajak Putih I Putih – putihkembang melati Putih – putihsetiap hati Bisakah esok pagiperang berhenti? II Ada orang menembangtentang kembang Ada orang berperangmelawan orang III Ia […]
Puisi: Toraja – H. Amang Rahman Jubair (1931-2001)
H. Amang Rahman Jubair (1931-2001)Toraja IGua garbatempatku datang Gua Londajalanku pulang IIKucari keliling Torajatak kujumpa di mana Sa’dang bermuaraDi lereng-lereng bukit terjalkujumpa muara ajal IIIBerpuluh ekor kerbau belangberbaris di awang-awangsedang […]
Puisi: Cukup Tiga Sloki – Zulkifli Songyanan (l. 1990)
Zulkifli Songyanan (l. 1990) Cukup Tiga Sloki Kami tempuh jalanan basah40 kilometer dari Moskwa. Lanskap tampak berat dan hitambawah langit Januari yang menekan. Di bulevar lengangtram dan trolleybus meluncur tenang. […]
