Mariati Atkah (l. 1987)Batu Dakon mereka semua mendengar sumpah serapahmusim yang salah dengus angin, gerutu hujan, sikluskegelapan, lidah api menembus sesekali lain waktu, langit meludahkan kerakmatahari, menyepuh soga di daun-daun […]
Puisi
Puisi: AKU DATANG PADAMU – Sutardji Calzoum Bachri (l. 1941)
Sutardji Calzoum Bachri (l. 1941)AKU DATANG PADAMU aku datang padamubagai beringin rebahaku datang padamubagai angin resahaku datang padamubagai batu pecah aku senyum padamutapi kau diamaku mainkan jemarikukaupun diamaku mainkan bayangkaupun […]
Puisi: Lirisme Mencuci – Anugrah Prasetya (l. 1999)
Anugrah Prasetya (l. 1999)Lirisme Mencuci ingatan ialah kubangan lumpur danseorang dari masa lalu pernah berbisikpadaku, “berani kotor itu baik!” tapi kenangan tentangmu serupa nodamembandel seperti bercak keringat padaketiak atau bekas […]
Puisi: Setelah Matinya Cilinaya – Ilham Rabbani (l. 1996)
Ilham Rabbani (l. 1996)Setelah Matinya Cilinaya 1.Yang hidupdi luar peti hanyutadalah wangi nama,janji-janji,juga jejak pekerti. 2.Namamuwangi setanggi:pada pengintaian ituditerpa angin,ditepis lapangdaun-daun ketapang. Keris setajamtanduk menjangan,lesap di hulukeluk dan lekuksungai-sungaisepanjangrumit tubuhmu. […]
Puisi: Lukisan Perahu – Mariati Atkah (1987)
Mariati Atkah (1987)Lukisan Perahu seseorang di buritanberdiri membelakangi linggi,digili-gili sunyiberulang kali langit hitam dikulumbadai, sebentar lagi.sebentar angin menerpa,lantas tubuh terurai dingin menjerat.dengan benak berkaratia pandangi sekutudi tengah perahu “siapa yang […]
Puisi: Pantai – Gunoto Saparie (l. 1955)
ombak mendesir membereskan dukamudan menyeret gelisahmu ke tepihibuk suara lautan bersahutan angin pun berangkat entah ke manadi pasir: seribu jejak kakidi cakrawala: seribu impian terluka Sumber: Lirik – Kumpulan Puisi […]
Puisi: Hujan Dini Hari – Gunoto Saparie (l. 1955)
Gunoto Saparie (l. 1955)Hujan Dini Hari hujan pun mulai luruhketika menjelang subuhjam weker pun bergetarada kabut mengendap di luar angin mendinginkan tubuhsepi merapat ke jendelacemas pun mengeras tiba-tibaengkaukah menembang megatruh? […]
Puisi: Di Tepi Mahakam – Dahri Dahlan
Dahri DahlanDi Tepi Mahakam untuk mida, sahabatku datang dari negeri jauh, kaumeminta kita berjumpa di tepimahakam. aku ingin melihat batubaradibawa pergi, katamu. malam belum seberapa tetapigelap telah menerangkan sesuatu. dingin […]
Puisi: Pevita Unstoppable Battle Ground – Anugrah Prasetya (l. 1999)
Anugrah Prasetya (l. 1999)Pevita Unstoppable Battle Ground “roket yang kau luncurkan kedadaku itu, barangkali adalahsalam perpisahan yang tak pernahkau ucapkan, dan tiba-tiba meledak,” 1/kita sangat senang bertengkarsepanjang hari, di atas […]
