Nanoq da Kansaskolase waktu : pelukis made budhiana kanvas yang dijahit anak-anak, akankahsempurna menyerap cahaya? Betapa dinginperjalanan sekarang. Sampah-sampahyang kutambalkan di dinding tak cukup menghentikanrembesan nanah. Ruang di mana-mana membusukmawar […]
Puisi
Puisi: Cintanya Jauh di Pulau 4.0 – Andre Septiawan (l. 1995)
Andre Septiawan (l. 1995)Cintanya Jauh di Pulau 4.0 – Chairil Anwar Cintanya […]
Puisi: Insomnia – Ama Achmad (l. 1981)
Ama Achamd (l. 1981)Insomnia Selalu ada yang tiba-tiba mengecup keningkudan mengusir malam menjauh dari sana. Sepi yang pekat menggarami kepalaku dengan ingatan-ingatanyang hanya bisa kujenguk sembari tersedu. Alas tidurku tak […]
Puisi: Orang-Orang di Meja 19 – Ama Achmad (l. 1981)
Ama Achmad (l. 1981)Orang-Orang di Meja 19 Mereka duduk mengelilingi diam.melingkari pertanyaan-pertanyaanyang tak memiliki jawaban atau pun bunyi. Udara terbuat dari campuran masa laludan banyak kelak. Mereka berpura-purabahagia dengan mengingat […]
Puisi: Kabar dari Teluk – Ama Achmad (l. 1981)
Ama Achmad (l. 1981)Kabar dari Teluk Kabar buruk datang dari bukit.Angin tipis menyampaikan lewat celah jendela,lubing kunci, ketuk samar di pintu sertatelinga yang tetap terjaga. Suara-suara ramai.Bunyi-bunyi menggaduh.Jerit memanjang dari […]
Puisi: Keterampilan Membaca Laut – Ama Achmad (l. 1981)
Ama Achmad (l. 1981)Keterampilan Membaca Laut Semuanya dimulai dengan pertanyaan ini:dari mana warna biru itu?Pertanyaan ini kutanyakan pada laut,gorden jendelamu dan kapal kayu yang tertambat di dermaga. Laut adalah kata […]
Puisi: Pasar Malam – Anugrah Prasetya (l. 1999)
Anugrah Prasetya (l. 1999)Pasar Malam I semenjak hidup adalah bianglala, kitatak pernah bertengkar perihal siapayang di atas siapa yang di bawahsebab bibir menjelma permen kapasyang kita emut dengan gembira II […]
Puisi: Melancholia – Gunoto Saparie (l. 1955)
Gunoto Saparie (l. 1955)Melancholia daun-daun kering luruhterdengar suaramu rawankenangan hanya bikin hati rapuhdan esok mungkin tak ada harapan ada bianglala dan cahaya samarada bayangku menghitam jelagakenyataan mungkin bikin kita sabartapi […]
Puisi: Waktu III – Dahri Dahlan
Dahri DahlanWaktu III waktu berbakti dengan menelanmuia membunuh tanpa motivasi di bawah langit matahari dilelehkannyasementara kau membakar diri sendiri waktu adalah lelaki atau perempuan.ia piatu, selalu bangun lebih awal danbekerja […]
