Asmara Hadi (1915-1976) I Panas jang terik datang membakar Lemahlah kembang hampirlah mati Tunduk tergantung bersedih hati Mohon air kepada akar Mendapat air amatlah sukar Belumlah turun hudjan dinanti Musim […]
Puisi: Sonetarium – Arif Rizki
Arif Rizki Tak perlu tunggu aku di kalimat terakhir sajak ini. Aku tak berada di sana, dan tak ada di mana-mana. Aku telah mengakhiri diri sendiri jauh sebelum kata pertama. […]
Puisi: Dengan Puisi – Sjahril Latif (1940-1998)
Sjahril A. Latif (1940-1998) Dengan Puisi dengan puisi yang ditulis oleh tangan-tangan ini lewat generasi terdahulu ke generasi kini ada berjuta puisi dan bakal terus ditulis puisi dan dunia mungkin […]
Puisi: Stasiun Tanah Abang – Sjahril Latif (1940-1998)
Sjahril Latif (1940-1998) Stasiun Tanah Abang Ketika ditangkupkan tudung senja Hidup mulai mengalir perlahan-lahan Antara gerbong senja dan rel-rel bersilang Stasion Tanah Abang Kelam dan sunyi pasar belakang Gubuk-gubuk darurat, […]
Puisi: Engkau yang Melawat – Budiman S. Hartoyo (1938-2010)
Budiman S. Hartoyo (1938-2010) Inilah yang dulu selalu kukatakan: kejemuan tak berketentuan dalam menunggu dan menunggu sementara engkaupun melawat bersama waktu ke arah mana aku tak tahu Musimpun berganti dan […]
Puisi: Kabut – M. Taslim Ali (1916 – …)
M. Taslim Ali (1916 – …) Kabut di lembah ini merangkak ke lereng gunung. Datang angin pagi. Dipacunya – lalu – Anak manusia. Niatnya, baju dan rambut: Kabut di lembah […]
Puisi: Dalam Djam Malam – Darmawidjaja (1910-1970)
Darmawidjaja (1910-1970) Di subuh sejuk dalam jam malam, tunduk terkantuk pandang sayu di dalam kelam. Pudar bedak bincu dan celak, badan lemah, jiwa dan raga semua lelah. Tangsi besar ia […]
Puisi: Perang dan Cinta – Kasim Mansur (l. 1923)
Kasim Mansur (l. 1923) Perang dan Cinta Aku tidak lagi mengantar bunga untuk kekasihku sebab saudaranya memerangi aku dan aku pun memerangi saudaranya: Di antara kami kedua, tertanam ketakutan. Betapa […]
Esai: Yang Penting Kucinta Dayungmu yang Basah
Telaah Perpuisian D. Zawawi Imron Lewat Kumpulan Puisi “Kelenjar Laut” Oleh Hasan Aspahani Bertemu di muara, udara penuh celoteh Tapi tak ada orang yang menyebut tempat ini muara Terserah! […]
