Esha Tegar Putra aku akan datang padamu, sebagai pemikat balam, atau sebagai pemanggul kayu hutan yang senantiasa berdiri setia di belakang guyuran hujan. meski waktu berlalu serupa nasib yang gagal […]
Puisi: Menonton Film – M Aan Mansyur
M Aan Mansyur semesta di mana orang-orang bijak mabuk mengelilingi meja kayu besi sambil membahas masa depan kita. udara terbuat dari asap, aku dan kau merangkak di tanah seperti ular […]
Puisi: Pengungsi – Nenden Lilis A
Nenden Lilis A ini dada kami segetas gelas, serapuh kasa tua dapat dengan mudah kau pecahkan atau kau robek apalagi jika kau bidik dengan senjata dan kau koyak dengan runcing […]
Puisi: Dan Bunga – Ulfatin Ch
Ulfatin Ch 1 Dan bunga telah mati Dan hari pun suri Dan mimpi tak ada lagi Dan sunyi itu pun abadi 2 Mungkin aku yang merindukan sebuah taman dengan bunga-bunga […]
Puisi: Tiga Biola Juan Gris – Nirwan Dewanto
Nirwn Dewanto (1) Terbaring di atas talam, ia cembung masih dengan dawai menegang oleh putih-mutih lembar lagu yang ditindihnya. Dan sebatang pipa harum tembakau dan mungkin setandan anggur layu rajin […]
Puisi: Pemahat Nisan – Kidrjomuljo (1930-2000)
Kirdjomuljo (1930-2000) I Sekali setahun aku bertanya Begitu dia yakin kematian akan selalu tiba Begitu dia percaya kematian selalu berpinta Dirautnya batu-batu berhari-hari Dalam ketiadaan ngeri Memandang kematian seperti angin […]
Puisi: Tepak Sirih Axe Historique – Ramon Damora
Ramon Damora : dengan nas nyiur purnama kuntum elisium gugur bersama krisantemum teredam kalis cengkeh bibirmu champs de elysees masih di situ mengais pinang jalan tuileries cuma terkancip kembaran kaca […]
Esai: Tentang Kritik Sastra dalam Apresiasi Sastra – Budi Darma
OlehBudi Darma /1/ Meskipun bertautan, kritik sastra berbeda dengan apresiasi sastra. Memang tidak selamanya kritik sastra mengkritik obyek sastra, akan tetapi unsur kritik selalu mendampingi pengertian kritik sastra. Sebaliknya pengertian […]
Puisi: Kematian Kepompong – Dorothea Rosa Herliany
Dorothea Rosa Herliany engkau ikut dalam arakarakan itu. menuju rumahcinta yang tak berpintu. aku yang mengusung dan kitagali liang buat dirisendiri. doadoa lupa dibacakan: tibatiba terucapkan amin yang berkepanjangan. engkau […]
