Indra Senna (l. 1986) Pithecantropus Octoblues Oktober. Barusan aku putuskan untuk menyeduh jamu kuat. Jamu yang disimpan dalam lemari ukuran sedang. Sebagai pengganti medis yang kimiawi. Sebagai bukti cinta dalam […]
Author: Editor
Puisi: Sri: Empat Babak Dongengan Sentimental – Gilang Perdana (l. 1987)
Gilang Perdana (l. 1987) Sri: Empat Babak Dongengan Sentimental aku masih dan akan selalu jadi milikmu tangan keperakan – sepuh cahaya bulan haha-hihi di ingatan masa kecilmu […]
Puisi: Siklus Partitur – Gilang Perdana (l. 1987)
Gilang Perdana (l. 1987) Siklus Partitur 1 kita pun sampai, dan aku ingin menyerahkan sisa hawa dingin yang terikut di punggungku kepada pelukanmu yang tiba lebih dulu, mendahului cemas dan […]
Puisi: Empat Kisah dari Laut – Gilang Perdana (l. 1987)
Gilang Perdana (l. 1987) Empat Kisah dari Laut “tapi, hanya pertanyaanku tak kembali…” 1 kelak bila laut memulangkan rindu nyanyian para kelasi di buritan dahulu tentu masih diingatnya sebagai sebuah […]
Puisi: Sajak Orang-orang di Sebuah Ruang-Waktu – Jamal T Suryanata (l. 1966)
Jamal T Suryanata (l. 1966) Sajak Orang-orang di Sebuah Ruang-Waktu tak tahu basah itu telah kembali kepada hujan karenanya kusinggung sedikit lagi tentang cahaya lalu dari suatu keraguan muncul seribu […]
Puisi: Hei, Kalian yang di Bawah – Frans Nardjira (l. 1942)
Frans Nardjira (l. 1942) Hei, Kalian yang di Bawah Seperti kalian kami pun bergerak di bawah langit. Kami memiliki kediaman pancang arah angin di atas bukit pucuk-pucuk daun dalam […]
Puisi: Sahabat – Amarzan Ismail Hamid (l. 1941)
Amarzan Ismail Hamid (l. 1941) Sahabat Tentang GM setelah selang sehari burung-burung pun terbang mencari sarang – di negeri yang hilang kita tak pernah sungguh-sungguh pulang – tak pernah dari […]
Puisi: Setelah Petang – Adimas Immanuel (l. 1991)
Adimas Imanuel (l. 1991) Setelah Petang “Pulanglah, berdamailah,” kata sebuah suara petang ini. Suara yang terbang rendah setelah angin kota bersijingkat ke arah hutan dan wangi cemara tak menghapus bau […]
Puisi: Ijab Kabul – Royyan Julian (l. 1989)
Royyan Julian (l. 1989) Ijab Kabul Pagi itu ia tidak kuasa melihat matamu ketika kau mengucap sumpah perkawinan. Ia hanya sanggup melihat punggungmu dan berpura-pura turut berbahagia. Sudah cukup lama […]
