• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Dordrecht: Musim Dingin – Irawan Sandhya Wiraatmaja

Posted on 7 November 2017 by Editor

Irawan Sandhya Wiraatmaja Sepotong salju jatuh di lipatan jendela Sepotong keju tergeletak di tepi piring meja Seikat anggur, apel dan waktu terdiam dalam dingin Gemetar tubuh dibayang kesenyapan ingin Kau […]

Posted in Puisi Tagged Irawan Sandhya Wiraatmaja, Puisi Leave a comment

Puisi: Marsinah – Linda Christanty

Posted on 7 November 20177 November 2017 by Editor

 Linda Christanty Aku tidak tahu bagaimana menari dan memainkan gitar dengan benar Jari-jariku ini terasa kasar karena bekerja Dan lagu yang kudengar adalah perintah dan bising mesin setiap hari Tak […]

Posted in Puisi Tagged Linda Christanty, marsinah Leave a comment

Puisi: Pergi Mengembara Selagi Usia Masih Muda – Dodong Djiwapradja (1928-2009)

Posted on 5 November 201724 April 2019 by Editor

Dodong Djiwapradja (1928-2009) Pergi mengembara selagi usia masih muda Sebab nanti bila janggut sudah turun bagai salju, putih tak’kan punya lagi waktu, selain berbaring dengan muka sedih Pergi mengembara ke […]

Posted in Puisi Tagged dodong djiwapradja, Puisi Leave a comment

Puisi: Ajakan – Mansur Samin (1930-2003)

Posted on 5 November 20175 November 2017 by Editor

Mansur Samin (1930-2003) Mari serahkan kepadaku semua sengsara sampai di manalah tangis orang-orang putus asa tiada percaya hidup ini nyanyian mesra sedang baiknya jiwa memperkelahikan nasib tiada habisnya Mari serahkan […]

Posted in Puisi Tagged Mansur Samin, Puisi Leave a comment

Puisi: Padangsidempuan – Mansur Samin (1930-2003)

Posted on 5 November 20178 November 2017 by Editor

Mansur Samin (1930-2003) ucapkan semua harga dari suara dihadapi pijar resah dalam tiada takutku dan takutmu hasrat yang ramah menyubur jauh dalam hari dan dera dan memadatlah hubungan duka raba […]

Posted in Puisi Tagged Mansur Samin, Puisi Leave a comment

Puisi: Jelmaan – Mansur Samin (1930-2003)

Posted on 5 November 20175 November 2017 by Editor

Mansur Samin (1930-2003) Siapakah kau nakhoda, bajak atau nelayan awas lewat di sini anak cucu ingat jembalang cermat siga gelombang ini laut, kubur kisahku sepanjang zaman Itu perahu berisi pengantin […]

Posted in Puisi Tagged Mansur Samin, Puisi Leave a comment

Puisi: Sibaganding Sirajagoda – Mansur Samin (1930-2003)

Posted on 5 November 20178 November 2017 by Editor

Mansur Samin (1930-2003) Tengah Siang di pojok nun, ke dalam restoran berbondong para kuli berlesuan duduk di sebaris bangku dari bisik dan keluh: Telah berbulan tak ada kapal pulang! Sedang […]

Posted in Puisi Tagged Mansur Samin, Puisi Leave a comment

Puisi: Pernyataan – Rahmat M. Sas. Karana

Posted on 5 November 20178 November 2017 by Editor

Rahmat M. Sas. Karana kepada Wing Kardjo Di manakah letak pusat bulatan bumi Jika tidak di dalam hati? (Gunung diam tenggelam dalam Waktu dan sunyi Gunung meletus memuntahkan panas Jagat […]

Posted in Puisi Tagged Rahmat M. Sas. Karana Leave a comment

Puisi: Kutulis Lagi Sebuah Puisi – Ahda Imran

Posted on 2 November 2017 by Editor

Ahda Imran Kutulis lagi sebuah puisi mungkin untukmu, mungkin juga bukan kata-kata selalu punya banyak kemungkinan, seperti waktu, seperti tubuhmu. Banyak hari yang tak bisa lagi kuingat padahal aku mesti […]

Posted in Puisi Tagged Ahda Imran, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani