Yudhistira ANM Massardi Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur Di dalam tidur ia bermimpi Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka Ketika ia bangun pagi hari Sikat giginya tinggal sepotong […]
Author: Editor
Penyair Besar dengan Puisi Besar
Oleh Hasan Aspahani SUATU malam di Taman Ismail Marzuki. Abdul Hadi WM dan Sutardji Calzoum Bachri berangkulan. Kesadaran keduanya sedang meninggi. Abdul Hadi tiba-tiba berseru, “Dji, malam ini kau kuangkat […]
Simbolisme, dan Pasemon Seorang Malin Kundang
Oleh Hasan Aspahani Sebagai penyair modern Indonesia ia merumuskan dirinya sebagai Malin Kundang, yang gelisah dan ingiin meninggalkan dan tergoda untuk mendurhaka terhadap budaya ibu. Yang mula-mula ia tinggalkan adalah […]
NOMINASI DAN PEMENANG SAYEMBARA BUKU PUISI HPI 2017
Enam Belas (16) Nominasi Sayembara Buku Puisi HPI 2017 1. Akar Ketuban karya Umi Kulsum (Interlude, Yogyakarta, 2017 2. Benang Bekas Sungai karya Ramon Damora (Jembia, Kepri, 2017) 3. Berguru […]
Hari Puisi: Harga Hidup Puisi Indonesia
Perayaan Hari Puisi Indonesia 2017 yang bertema “Harga Hidup Puisi Indonesia sebagai Perekat Kebhinekaan dan Semangat Keindonesiaan” kali ini menggelar rentetan kegiatan dan acara. Pelaksanaan Hari Puisi Indonesia telah disemarakkan […]
Puisi: Penghuni Dangau di Tepi Danau – Piek Ardijanto Soeprijadi (1929-2001)
Piek Ardijanto Soeprijadi (1929-2001) seorang lelaki tua menyadap senja mengail di tepi telaga pandang menebar sekitar menampung sisa sinar menangkap sunyi menjalar lelaki tua itu dalam hening ke danau mencemplungkan […]
Puisi: Tembang Nelayan Diri Hari – Tri Astoto Kodarie
Tri Astoto Kodarie ada yang terkabarkan dari kepulangan itu geladak perahumu bau kan dan membisu sementara tangan-tangan ombak menyatu sangsi dan lesu adakah keringatmu masih berbau garam? keletikan adalah buih-buih […]
Puisi: Menanam Bunga – Yus R. Ismail
Yus R. Ismail akulah air yang menyiram akar mawar akulah matahari yang membakar daun kehidupan akulah bumi tempat segala sunyi mencari cermin sendiri akulah angin yang membawa harum ke parfum-prfum […]
Puisi: Pascakolonialisme Brandon Venzord – Boy Riza Utama
Boy Riza Utama Ia merasa dirinya Hindia yang utuh : Dialektika dalam paspor Belanda “Aku lupa, ada Jan dalam namaku, Tanpa Coen, dan seseorang, di laut, Telah menggunting bayanganku.” Ia […]
