Oleh Hasan Aspahani PENYAIR Amir Hamzah hidupnya tidak panjang. Ia lahir di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, 28 Februari 1911. Kelak setelah menikah dengan Tengku Kamaliah, putri Sultan Langkat, Amir Hamzah […]
Author: Editor
Puisi: Mendalam – Armijn Pane (1908-1970)
Armijn Pane (1908-1970) Laut berlari mendatang, Bersua pantai landai, Memecah menghebat buih, Menaik damai tenang merata. Angin berlari mendatang, Bersua gunung mendaki, Gemuruh menghebat embus, Menaik damai tenang merata. Kasih […]
Puisi: Kebaya Biru – Armijn Pane (1908-1970)
Armijn Pane (1908-1970) Waktu senja gelap-gelapan, Gunung Guntur tegak menggagah, Kanannya langit kemerah-merahan, Embun mendatang kapas digobah. Danau hening, gelap airnya, Matahari hilang tinggal sinarnya, Langit terang tiada bercacat, Belakang […]
Puisi: Tenangan Tiada – Armijn Pane (1908-1970)
Armijn Pane (1908-1970) Entah apa yang mendorong aku kehidupan baru, Meninggalkan menistakan kehidupan lama. Setiap kali aku terbujuk gemerlap restu, Sekejap lagi aku tersuram gelap derita. Aku tiada jera-jera mencari […]
Puisi: Di Tepi Purus – Boy Riza Utama
Boy Riza Utama Daun-daun apakah yang kaususupkan Hingga gelasku merah membayang? Aku bertanya pada goni-goni rebah Bagaimana muasal kota, lalu gamang, Tapi hanya panas juga dan air terjerang Yang menyebut […]
Puisi: Ombak Tiris di Bengkalis – Boy Riza Utama
Boy Riza Utama I. Ombak tiris di Bengkalis Buaian ikan-ikan Temu kilat permulaan bulan Lepas dayung terigau sampan Lekas hari berkemas Tiap ambang pertemuan Kau baungku, menampik santan Gurih cerita […]
Puisi: Amsal Gerabah – Kurnia Effendi
Kurnia Effendi – dari penyair penggemar kartu pos kepada penyair pemuja keramik Tiada hari libur bagi segunduk lumpur Dia patuh pada mantra yang tak utuh Berputarlah, meniru penari dengan satu […]
Puisi: Peladang – Arwinto Syamsunu Ajie
Arwinto Syamsunu Ajie Sudah angin masih pula hujan malam berkabar pesan waktu, hingga kunyalakan lilin-lilin gaib, kutaburkan bubuk yang ditumbuk dari bayangan- bayangan terbakar itu di ladang warisan demi menumbuhkan […]
Puisi: Aubade Jalan Pulang – Alpha Hambally (l. 1990)
Alpha Hambally (l. 1990) Aubade Jalan Pulang luka, hanya karena sedikit luka meminta ular melepaskan kulitnya dari balutan waktu lalu mengisi kembali racun yang menanggung rasa sakit ketika bertahan dari […]
