MENGUSUNG tema “Melawan dengan Kalam”, Komunitas Seni Rumahitam bakal menggelar panggung Hari Puisi Indonesia (HPI-2017) di laman kata Rumahitam, Sabtu (22/7) malam (22/7). Agenda perayaan HPI 2017 yang bakal dilaksanakan […]
Author: Editor
Puisi: Tahukah Engkau Pekerjaan Paling Bersih di Dunia? – Khalish Abniswarin
Khalish Abniswarin Temanku itu masih belia. Dia tak terlalu menguasai banyak teori. Ijazahnya juga belum sempat terlalu tinggi. Dia ha- nya mengerti jika ada yang terlanjur kotor maka tugasnya membuat […]
Puisi: Burung Murai – Erni Aladjai
Erni Aladjai (1) Di halaman puri yang ditumbuhi banyak bunga peoni putih seorang tabib sedang meramu teh di kepalanya hinggap seekor murai dan anaknya hidup adalah begini ketika kau mampu […]
Puisi: Orang Kota – Rio Fitra S.Y.
Rio Fitra S.Y. Aku orang kota yang terus menyeret goni berisi kerbau dan anak kecil mandi di satu tepian, sawah-sawah gagal panen, berjinjing-jinjing aroma durian masak, tukang rabab diserang asmara, […]
Puisi: Saat Waktu Terputus-putus Lagi – Rio Fitra S.Y.
Rio Fitra S.Y. Serupa tulisan di kertas pembungkus puisi, barangkali aku harus belajar mengeja kembali. Huruf kapital makin terlihat suci ketimbang huruf mungil dan miring. Kau gemar ditinggalkan kereta di […]
Puisi: Berburu Sapi – Felix K. Nesi (l. 1988)
Felix K. Nesi (l. 1988) Berburu Sapi Di sinar bulan ituDua lelaki mengintai sapi. “Telah sedia kayu bakarJika Tuanmu tak masukkan ke kandangJadilah kau mangsa kami.” Telah ia asah pula […]
Puisi: Hidangan – Ardy Kresna Crenata
Ardy Kresna Crenata belum seorang pun merelakan tangannya terjebak di sana. tiga butir telur. tiga warna langit. di sebuah tubuh sebuah lorong menganga dan sebongkah memar menguar darinya. tiga butir […]
Puisi: Makan Malam Kita – Ardy Kresna Crenata
Ardy Kresna Crenata tangan kita terlalu dekat ke meja ini. aku berusaha menumpahkan hujan yang beberapa malam kita simpan. engkau tak lelah juga menorehkan igauan menjadi garis-garis serupa tangis yang […]
Puisi: Aku Kirim Juga Akhirnya Puisi Ini – Zelfeni Wimra
Zelfeni Wimra aku kirim puisi ini kepada debu yang berhamburan di sela jemari pengasah batu akik sebagian terbang ke ketiadaan sebagian menyuruk ke ruang paling rentan dan orang-orang yang gemar […]
