Putu Oka Sukanta (l. 1939) Dikaki-kaki Tangkubanprahu I. malam disambut suara-suara kecapi matahari dibernasi suara-suara aksi. kelincahan jari ditali-tali kecapi melepas beban memberat dihati duka kepahitan dilantunkan tembang-tembang manis […]
Author: Editor
Puisi: Jendela – Frans Nadjira (l. 1942)
Frans Nadjira (l. 1942) Jendela Geser sedikit tirai itu agar cahaya matahari dapat langsung masuk ke dalam kamarku sebab biasanya ia pada saat-saat seperti ini akan bermain-main di atas tempat […]
Puisi: Hei, Kalian yang di Bawah – Frans Nadjira (l. 1942)
Frans Nadjira (l. 1942) Hei, Kalian yang di Bawah Seperti kalian kami pun bergerak di bawah langit. Kami memiliki kediaman pancang arah angin di atas bukit pucuk-pucuk daun dalam […]
Puisi: Barnett Newman, Siapa yang Takut pada Warna? – Frans Nadjira (l. 1942)
Frans Nadjira (l. 1942) Barnett Newman, Siapa yang Takut pada Warna? Dengan sekali sentakan tulisan di tembok kusam subway melar seperti permen karet: “Setiap orang ada harganya.” Tapi tak […]
Puisi: Kemarau – Arsyad Indradi (l. 1949)
Arsyad Indradi (l. 1949) Kemarau Siapa menghentak kurungkurung ke penghabisan suara burung jalan setapak mencari batas hari beruap panas menyusur suara keririang memilu di selasela kayukayuan sewaktu matahari menusuk Ketika […]
Puisi: Senja Luruh – Arsyad Indradi (l. 1949)
Arsyad Indradi (l. 1949) Senja Luruh Dangau sesak dengan cahaya redupredup Persawahan yang lama terbengkalai Dia terhampar di atas tumpukan jerami Duhai lama nian menunggu Cepatlah lepaskan tali kehidupan Cepat […]
