Edwin Anugerah PradanaWhen Almond Blossomed Giya Kancheli menyaksikan bagaimana proses surga dibanjiri oleh bir. Lalu minor-minor itu semakin memabukkan, dan tentu She is Here menyusul. Teringat pada suatu kelahiran, di […]
Author: Editor
Puisi: Le Mythe de Sisyphe – Edwin Anugerah Pradana
Edwin Anugerah PradanaLe Mythe de Sisyphe “Il n’y a qu’un problème philosophique vraiment sérieux: c’est le suicide.” – Albert Camus Sedekat itulah kitadengan kematian yangmenjadi siklus. Aiolos menyadariputranya adalah […]
Puisi: Ada Kabar Apa, Tara Basro? – Aloysius Bram (l. 1996)
Aloysius Bram (l. 1996)Ada Kabar Apa, Tara Basro? perempuan-perempuan Senin masih membicarakan selulit di badanmu tetapi hamparan baliho Jalan Kaliurang tidak mengenal Selasa, Rabu, dan Kamis ia tetap saja kulit […]
Puisi: Senin Menggejala – Aloysius Bram (l. 1996)
Aloysius Bram (l. 1996)Senin Menggejala kebencian terhadap Senintelah menjadi demam lain panaseanya: racikan Minggu, Sabtu dan setengah dari Jum’atbersama layanan pesan antardiminum sembari Netflix dan selonjorsebelum demam itu kembali dengan […]
Puisi: O, Pipit… – Yogi (1896-1983)
Yogi (1896-1983)O, Pipit… Sepasang pipit unggas belukar,Terbang bersanding dalam udara,Sayap di anggung silih bertukar,Dua sekawan, berkasih mesra – “Ke bukit sama mendaki”,“Ke lurah sama menurun”,“Sehidup semati” mencari rezeki,Hidup merdeka di […]
Puisi: Di Mana Hatiku Tak Kan Pilu – Yogi (1896-1983)
Yogi (1896-1983)Di Mana Hatiku Tak Kan Pilu Gemuruh ombak menggosok pantaiPetir menembak bertalu-talu;Adinda diam-termenung lalai,Di mana hatiku tak kan pilu Kilat terbentang berapi-api,Awan berarak menambah sayu;Adinda termangu, duduk bersepi,Di mana […]
Puisi: Kepada Kaum Mistik – Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)
Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)Kepada Kaum Mistik I Engkau mencari Tuhanmu di malam kelamBila sepi mati seluruh bumiBila kabur menyatu segala warnaBila umat manusia nyenyak terhenyakDalam tilam, lelah lelap.Tahulah aku, Tuhanmu […]
Puisi: Pemacu Ombak – Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)
Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)Pemacu Ombak Pemacu ombak di segara raya,Gelisah terapung berbuai-buaiDi atas alun kecil-kecil,Menantikan ombak tinggi padu,Gairah menggulung menuju pantai. Di depan membentang samudra biru,Jauh menghabis di garis lengkung,Tempat […]
Puisi: Menuju ke Laut – Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)
Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)Menuju ke Laut Kami telah meninggalkan engkau,tasik yang tenang, tiada beriak,diteduhi gunung yang rimbundari angin dan topan.Sebab sekali kami terbangun,dari mimpi yang nikmat. “Ombak riak berkejar-kejarandi gelanggang […]
