Polanco Surya Achri (l. 1998)Di Masjid Kita dulu kerap berlomba, berteriak “amin” paling keras dan kencang saat menghadap-Nya. Dan kita amat suka saat dimarahi orang-orang itu, lalu senyum-senyum sendiri saat […]
Author: Editor
Puisi: Pertanyaan Seorang yang Bukan Penyair – Polanco Surya Achri (l. 1998)
Polanco Surya Achri (l. 1998) Pertanyaan Seorang yang Bukan Penyair Jika penyair masuk surga, apakah ia akan tetap menulis puisi?Saya penasaran. Tuhan, izinkan saya masuk ke sana. Maret, 2018 Sumber: […]
Puisi: Kota Putih – Ahda Imran (l. 1966)
Ahda Imran (l. 1966)Kota Putih Aku melihatmu di sebuah kotayang menjadi putih. Ketika gelapbersalin lidah dengan terang. Ketikaorang-orang menemukan sisik ulardi bawah bantal, sajadah, dan altar Bagai lebah mereka berkerumun—memasuki […]
Puisi: Sejumlah Tempat, Bayanganmu Sekelebat – Ready Susanto (l. 1967)
Ready Susanto (l. 1967)Sejumlah Tempat, Bayanganmu Sekelebat /1/ Bandaradi gerbang mana engkau menunggu?sudah kukenakan rinduagar tak salah engkau menjemputku /2/ Cisangkuyalangkah bergairah: kataalangkah indah: kita /3/ Kafesejak kapan kita saling […]
Puisi: Perjalanan Lama: Stasiun Frankfurt – Ready Susanto (l. 1967)
Ready Susanto (l. 1967)Perjalanan Lama: Stasiun Frankfurt Angin kelabu, desisnya di luar napas. Jalanan beku, keretaberderak, orang-orang berlalu. Siapakah aku? Di tengah cuacahampir-hampir salju, asap sigaret tak pernah bisa kutahu. […]
Puisi: Menulis Lagi Sajak – Ready Susanto (1967)
Ready Susanto (1967)Menulis Lagi Sajak menatap bunga yang bermekarandan cericit burung beterbangandalam derai hujan tipis-tipis kutemukan lagi kenangandan cinta remaja yang setiadalam surat dan buku harianyang terbengkalai: wahai, betapa murninya! […]
Puisi: Album Lama: Dipati Ukur No. 68 – Ready Susanto (l. 1967)
Ready Susanto (l. 1967) Album Lama: Dipati Ukur No. 68 –Republic Science Club suatu ketika Hujan renyai jatuh ke sekian kali di jalan ini. Mengapa tak kaukembangkan payungmu yang berbunga-bunga […]
Puisi: Angin Kecil – C Horo Rambadeta
C Horo RambadetaAngin Kecil Pertama: ia menggoda daun jendelaMenjamah gordinLalu meninggiAh serupa diaYang menyingkap gaun suteraSekejap dua menggeleparIndahnya: aku semakin sabar 1966 Sumber: Horison, Oktober 1968.
Puisi: Tentang Langit – C Horo Rambadeta
C Horo RambadetaTentang Langit Langit adalah kubah kelamDengan kerlipan yang mengambangYang padamu setianya datangYang padanya setiamu memandangLangit adalah rumah cahaya-cahayaDengan sorotan yang kayaYang padamu hidupnya berbagi rataYang padanya hidupmu terlihat […]
