Rendra (1935-2009) Kini kita saling berpandangan saudara. Ragu-ragu apa pula, kita memang pernah berjumpa. Sambil berdiri di ambang pintu kereta api, tergencet oleh penumpang berjubel, Dari Yogya ke Jakarta, aku […]
Puisi
Puisi: Di Dalam Televisi – Irma Agryanti (l. 1986)
Irma Agryanti (l. 1986) kota ini adalah televisi sebuah kaleng ikan sarden dengan amis laut buatan ada yang diracun dan menunggu mati suri kehilangan musim ketika seluruh lampu dipadamkan kota […]
Puisi: Kampung Tak Bernabi – Zelfeni Wimra
Zelfeni Wimra perkampungan kembali tenang setelah ayat terakhir alfatihah diaminkan lidah kami berhenti pada alif lam mim tiga huruf bersangkutan dalam rahasia mereka tak sempat jadi kalimah. kata alif: aku […]
Puisi: Menuju Rendang – Ramoun Apta (l. 1991)
Ramoun Apta Menuju Rendang jalan menuju rumahmu tinggi mendaki sedang langkahku tersandung di ceruk kuali. di atas papan racik ini rempah-rempah tinggal sampah santan pecah kayu ditinggal api. denting kelaci […]
Puisi: Gramofon Hindia, 2012 – Ahmad Yulden Erwin
Ahmad Yulden Erwin 1 Sepotong cahaya krem perlahan melayang dalam cahaya lembut matahari senja, angin sebentar singgah menyapa ruang tamu. Kau pun teringat satu musim dingin paling kejam di Moskow […]
Puisi: Si Pengunjung Fana – Tia Setiadi
Tia Setiadi : Iman Budhi Santosa /1/ Selalu kau bandingkan gang-gang sempit di Malioboro Dengan centang perenang rute nasib di galur-galur telapak tanganmu Engkaulah burung yang berakhir Jauh dari rindang […]
Puisi: Kepada Jawa – Taufik Ikram Jamil
Taufik Ikram Jamil mungkin kita jumpa lagi pada malam empat persegi langsung saja bersalin terang dalam bayang di antara remang-remang bumbung melayang di samping embun menjingjing dingin sambil melupakan rama […]
Puisi: Tamu Misterius – Afrizal Malna
Afrizal Malna Sayang sekali puisi ini telah dihapus ketika aku akan membacanya. Seperti udara lembab yang menarik lenganku untuk memegang yang akan jatuh. Ada apa dengan menghapus? Lem, gunting, benang […]
Puisi: Percintaan Hulu dan Muara – Iyut Fitra
Iyut Fitra jangan pernah kau ragukan. ini bukan sajak terakhirku, kekasih sebagaimana hulu. ia selalu menyimpan rindu pada muara sebuah pertemuan yang tak pernah. hanya tumpukan dari gelisah lalu desir […]
