Muhammad Ali Fakih (l. 1988) Puisi, Selamat Tinggal, Aku Pergi Puisi, selamat tinggal, aku pergi Aku pergi meninggalkan sepasang mata yang menatapmu sebagai jurang dari ketinggian Aku pergi meninggalkan rumah […]
Puisi
Puisi: Ada Suatu Ketika Hari – Muhammad Ali Fakih (l. 1988)
Muhammad Ali Fakih (l. 1988) Ada Suatu Ketika Hari Ada suatu ketika hari Pemain Gitar mematahkan tangannya Ada suatu ketika hari sebuah tangan menelusup ke jantungku dan memetiknya tiada henti […]
Puisi: Aku Ingin Tahu Segalanya – Muhammad Ali Fakih (l. 1988)
Muhammad Ali Fakih (l. 1988) Aku Ingin Tahu Segalanya Aku ingin tahu segalanya: bangkai bintang di sudut langit denyut semesta di nadi setiap orang atau jawaban atas pertanyaan purba “Dari […]
Puisi: Bulan Luwung Bata – Bode Riswandi (l. 1983)
Bode Riswandi (l. 1983) Bulan Luwung Bata BULAN SEMPURNA: dan aku bicara padamu bersilang mata Tanpa harus lari, dirimu selalu mengejar dan tiba lebih awal Rumah labuh ke dalam tubuhmu. […]
Puisi: Pitalikurma – Muhammad Ali Fakih (l. 1988)
Muhammad Ali Fakih (l. 1988) Pitalikurma dari celah dedaunan, bulan masih bisa melihatnya tercenung sendiri dan mengibaskan senyap yang memeluk matanya tak henti-henti dari tirai jendela, senyap masih bisa melihat […]
Puisi: Tasikmalaya, 1 – Bode Riswandi (l. 1983)
Bode Riswandi (l. 1983)Tasikmalaya, 1 Kampung apa yang ada dalam dadamu? Hidup dari batang padi dan suluh kayu Petani-petani berangkat ke hulu-girang Membaca petak-petak tegal dan ladang Ada yang bernapas […]
Puisi: Selamat Pagi – Benni Cung
Benni Cung Selamat Pagi selamat pagi tanah garapan aku datang… undang-undang di tangan kanan selamat pagi tanah garapan kubawa berita kemenangan yang pertama tapi bukan minta-minta darah telah banyak tertumpah […]
Puisi: Namsan -Kinanthi Anggraini (l. 1989)
Kinanthi Anggraini (l. 1989) Namsan malam ini sebuah kunci kulempar di atas kota bersama lampu yang berkelip di bawah senja mereka hidup di tepian salju yang bertumpuk berongga di jaket […]
Puisi: Bunga Es – Kinanthi Anggraini (l. 1989)
Kinanthi Anggraini (l. 1989) Bunga Es melihat malaikat jibril memunguti bulu embun yang menempel di setiap kaca di sekitar wawang tidur serupa mendung yang surut bersama hujan yang enggan menundukkan […]
