Jamal T Suryanata (l. 1966) Sajak jika ada cahaya pagi yang bergetar sebelum senja pastilah sejengkal kalimat tengah menerbangkan dunia ketiadaan makna adalah kemarau sepanjang tahun yang mengering bila kedalaman […]
Puisi: Seekor Ular Betina – Aslan Abidin (l. 1972)
Aslan Abidin (l. 1972) Seekor Ular Betina — aku bukan adam dan tak bersama hawa, tiada pohon khuldi serta tidak berada di surga. namun di jalan suram berliku itu, aku […]
Puisi: Prometheus – Aslan Abidin (l.1972)
Aslan Abidin (l.1972) Prometheus – buat seorang perempuan asing di pelabuhan yang dikepung melankoli – di antara bau bacin dan cemas kecopetan – aku lepas kau ke negerimu di utara. […]
Puisi: Tak Ada yang Mencintaimu Setulus Kematian – Aslan Abidin (l.1972)
Aslan Abidin (l.1972) Tak Ada yang Mencintaimu Setulus Kematian ketika engkau lahir dan ummi shibyan mencubitmu agar menangis pertanda hidup, bersama kilau cahaya pertama yang menyusup ke biji matamu, kematian […]
Puisi: Nyanyian Angin – A Rahim Eltara (l. 1962)
A Rahim Eltara Nyanyian Angin Ada kepak kerinduan menari-nari di ruang matamu ingin aku lelap sejenak di bawah ketiak ranting meniupkan ruh pada mimpi-mimpi menuju fajar yang lahir dari janin […]
Puisi: Menonton Ludruk dari Balik… – Dadang Ari Murtono (l. 1988)
Dadang Ari Murtono (l. 1988) menonton ludruk dari balik jendela sewaktu gerimis (untuk binhad nurrohmat) hari ketika aku mati, gus, adalah hari di mana bahasa menemukan letak jantungku dan menjadikannya […]
Puisi: Bentangan Sunyi – Ahmad Syubbanuddin Alwy (1962-2015)
Ahmad Syubbanuddin Alwy (1962-2015) Bentangan Sunyi Inilah jarak kita; bentangan sunyi —- debur ombak, gugusan kabut dan keluasan langit semua bergelombang menyalakan api pada tungku keimananku. Di sini, di mihrab […]
Puisi: Kenangan Seperempat Abad Silam – Ahmad Syubbanuddin Alwy (1962-2015)
Ahmad Syubbanuddin Alwy (1962-2015) Kenangan Seperempat Abad Silam –jalan-jalan masih berdarah, luka pohonan berkabut dalam risik gelisah, riuh pertempuran menghambur hancur ke pelukanku semalaman, dan… Aku terlunta memandang pematang tubuhku […]
Puisi: Lirik Airmata – Ahmad Syubbanuddin Alwy (1962-2015)
Ahmad Syubbanuddin Alwy (1962-2015) Lirik Airmata Dalam lorong-lorong gelap itu, aku kini pengembara gemuruh kesunyian dan bentangan airmata seribu masjid menyeduh jiwaku yang merana dengan zikir-zikir luka. Tapi sepanjang mabuk […]
