Ramon Damora lima puluh bintang putih di langit yang hanya seluas bendera amerika burung-burung mosul menetes di bawahnya dengan gigil yang nihil sejak kapal semokel melintasi sungai nil ke penghujung newyork […]
Puisi: Selain Empat Burung Gereja – Inggit Putria Marga (l. 1981)
Inggit Putria Marga (l. 1981) Selain Empat Burung Gereja persetubuhan rel dan roda kereta melahirkan sekaligus mengusir debu-debu angin sore pertengahan tahun mencampur mereka dengan udara menyesakkan paru-paru siapa saja, […]
Puisi: Penggali Batu Kapur – Kirdjomuljo (1930-2000)
Kirdjomuljo (1930-2000) Beginilah ia berjanji dengan irama guyur batu hingga ladang berderak burung-burung merendah merasa betapa berat langit betapa berat hati angin menggantungi sayap kabut meradangi arah Entah ia melepas […]
Puisi: Potret Kota Malam – Iyut Fitra
Iyut Fitra (tentang hujan yang turun semalaman. ia tuliskan sebisanya) detak waktu. jalanan basah yang bercakap dengan bulan lembab adalah sunyi lorong juga tiang. ia lihat pengemis tua tak bertudung […]
Puisi: Ranggawarsita – Agus R. Sardjono
Agus R Sardjono Zaman edan yang bahagia, di manakah gerangan Ranggawarsita? Sunya ruri seisi negeri. Siapa bertahta di ujung harta? Tanduk-tanduk partai, mengusung dua ratus juta telur sangsai ke rumah […]
Puisi: Ancaman Bengis Menggumam – Mh. Rustandi Kartakusuma (1921-2008)
Mh. Rustandi Kartakusuma (1921-2008) ANCAMAN bengis menggumam dalam awan hitam, Tak ada satu pohon yang berani meneruskan Nyanyiannya Daun-daun merapat ke dahan Diam-diam menyumpahi burung yang tercicit Kelam. Berat. Keluh […]
Puisi: Pernyataan Cinta – Acep Zamzam Noor
Acep Zamzam Noor Kau yang diselubungi asap Kau yang mengendap seperti candu Kau yang bersenandung dari balik penjara Tanganmu buntung karena menyentuh matahari Sedang kakimu lumpuh Aku mencintaimu Dengan lambung […]
Puisi: Aku Tulis Puisi – Juniarso Ridwan
Juniarso Ridwan aku tulis puisi tentang laut biru, tapi terbaca ledakan bom dan kematian. aku tulis puisi tentang harapan hari esok, tapi terbaca rangkaian konflik dan cucuran darah. aku tulis […]
Puisi: Di Beranda Rumah, Sore Hari – Juniarso Ridwan
Juniarso Ridwan bajuku bercerita tentang perselingkuhan suami-istri, gara-gara noda lipstik pada kaos dalam; lalu erangan jendela sampai terdengar ke pojok-pojok pasar. Di sini, rumah tangga jadi kalut karena dililit piutang, […]
