J.E. Tatengkeng (1907-1968) Bagaikan banjir gulung gemulung, Bagaikan topan seruh menderuh, Demikian rasa Datang semasa, Mengalir, menimbun, mendesak mengepung Memenuhi sukma, menawan tubuh. Serasa manis sejuknya embun Selagu merdu dersiknya […]
Puisi: Perempuan – Slamet Sukirnanto (1941-2014)
Slamet Sukirnanto (1941-2014) Bagaikan sungai Ketika sampan menyusuri Gaib mimpi – Menderas ke hilir Menembus kabut Menggapai lemah Dunia lain – Hanyut dalam senandungmu Menguraikan was-was Atau cemas: masuk gerbang […]
Puisi: Tamasya – Soni Farid Maulana
Soni Farid Maulana – untuk Rendra di pantai laut merah di tepi kota Jeddah tak kutemukan jejak musa selain deretan cafe dan wajah para pelancong yang lelah yang datang dari […]
Esai: Penyair, Belajar, dan Membuat Sejarah
Oleh Rida K Liamsi Penyair dan Budayawan Riau BAGAIMANA memperkuat akar perpuisian di Indonesia? Ini tema yang terkesan agak galau, cemas, seakan bimbang tentang nasib perpuisian dan juga kepenyairan di […]
Puisi: Sepanjang Jalanan – Ahda Imran (l. 1966)
Ahda Imran (l. 1966) Sepanjang Jalanan Kutulis sajak ini di atas seekor kudaketika lorong-lorong angin menghembuskansuaramu jauh ke ruang-ruang bawah tanahdi kejauhan mereka membuat senjadari tanah air penuh bendera. Malamseperti […]
Puisi: Hak Oposisi – Rendra (1935-2009)
Rendra (1935-2009) Aku bilang tidak, aku bilang ya, menurut nuraniku. Kamu tidak bisa mengganti nuraniku dengan peraturan. Adalah tugasmu untuk membuktikan hahwa kebijaksanaanmu pantas mendapat dukungan. Tapi dukungan – tidak […]
Puisi: Di Depan Meja Rias – Oka Rusmini
Oka Rusmini sebatang lipstik mendekat. Aromanya liar. dengan pandai dilumatnya bibirku. dia meneteskan: arak, kekentalan susu, dan aroma asin aku melihat topeng menari-nari lewat mataku (seorang laki-laki mendekat) Kau perlukan […]
Puisi: Jalan Slamet Riyadi Solo – Wiji Thukul (1963- hilang 1998)
Wiji Thukul (1963 – hilang 1998) dulu kanan dan kiri jalan ini pohon-pohon asam besar melulu saban lebaran dengan teman sekampung jalan berombongan ke taman sriwedari nonton gajah banyak yang […]
Puisi: Di Atas Nisan, di Hari Raya Kubur – Hanna Fransisca
Hanna Fransisca Ini hari raya, sayang, kenakan gelang kalung berlian sutera. Bawa anak, bawa cucu. bawa cicit. Jangan lupa bersolek. Jangan lupa dandan molek. Bawa mobil paling mewah. Bawa cerita […]
