M Saribi Afn Ada anak lelaki berbaring di tepi kali matanya menatap ke arah matahari tanpa mengejap dan rambutnya tercelup basah lumpur kali membasuh tak sudah-sudah Penduduk kampung merubung membuat […]
Author: Editor
Puisi: Rangka – M. Yoesmanam
M. Yoesmanam adalah ini hari masih pagi bila suit kereta mula dan hati berhenti mimpi lalu aku bangun bangkit berdiri adalah nasib kucanda selama pada teratak persada yang hampir pergi […]
Puisi: Jejak Malam – Edy A Effendi
Edy A Effendi Jejak malam. Malam berjejak. Aku luruh dalam auman lukamu. Auman cinta yang tak bertepi, tak berperi. Cinta yang kau tanam di gang sempit itu, tumbuh subur jadi […]
Puisi: Sri Poestaka dan Pandji Poestaka Terbit di Balai Poestaka (1923) – Adenin
Adenin Sri Poestaka hamba maklumkan, Elok isinya, patut dipujikan, Ramai abonne memeringankan, Isinya ilmu sudah dipaparkan. Pandji Poestaka pula disertakan, Umur usianya Allah lanjutkan, Subur hidupnya langganan doakan, Tambah bertambah […]
Puisi: Rakyat – Hartojo Andangdjaja (1930-1990)
Hartojo Andangdjaja (1930-1990) Rakyat adalah kita jutaan tangan yang mengayun dalam kerja di bumi di tanah tercinta jutaan tangan mengayun bersama membuka hutan lalang jadi ladangladang berbunga mengepulkan asap dari […]
Puisi: Pemburu – Hartojo Andangdjaja (1930-1990)
Hartojo Andangdjaja (1930-1990) Seperti katamu kita pemburu menapak di perbukitan di bawah menggelombang kemilau hutan dengus kijang harum bau musang menusuk rangsang dan di jauhan burung-burung berkejaran kita berjalan dan […]
Puisi: Nasib Bangsakoe Perempoean di Atjeh (1928) – Chairoemi binti M. Hoesain
Chairoemi binti M. Hoesain 1. Lamalah sudah diangan-angan, Di dalam kalbu atau timbangan, Hendak menjelma ke “Pandji” jambangan, Inilah baru ada lapangan. 2. Adapun akan kedatangan beta, Dari Tjalang suatu […]
Puisi: Jagung Tumbuh di Hatimu – Ujianto Sadewa
Ujianto Sadewa Dengar sedepa pintu gerbong menendang-nendang kepalamu yang berlubang. Sama saja. Seperti jerit megapon yang meledak di tanganmu. Kabarnya, sebutir jagung yang kau tanam itu telah tumbuh setinggi anak […]
Puisi: Manuskrip Lelaki Penyuka Wortel – Al-Fian Dippahatang (l. 1994)
Al-Fian Dippahatang (l. 1994) Manuskrip Lelaki Penyuka Wortel Lelaki yang pernah membuatmu mabuk perasaan, kini jatuh bangun mengejarmu kembali. Lantaran engkau tak bisa mengelak, terlanjur mencintaiku yang jelas-jelas memiliki kelainan […]
