Hasta Indriyana (l. 1977) Dalam sebotol infus, ibu, bahasa manusia adalah Memaknai tubuh satu-persatu Diurai sambil mengingat doa-doa masa kecil Kupikir yang menetes itu bukan air mata Dari matamu, bukan […]
Author: Editor
Puisi: Jalan ke Bukit Penuh Duri – Raudal Tanjung Banua
Raudal Tanjung Banua — untuk Afrizal Malna Ya, jalan ke bukit sudah berubah dalam langkahku kini; semak-semak meninggi, penuh duri rumput, ilalang pun jelatang berebut tumbuh di celah batu menggores […]
Puisi: Requiem – Wayan Sunarta
Wayan Sunarta mengapa harus ruhku menuju ruhmu kau ternganga di tepi cadas memandang cemas pada burung-burung yang mematahkan sayapnya di udara pada pusaran warna adakah kau temukan keabadian […]
Puisi: Dalam Lipatan Manhattan – Ramon Damora
Ramon Damora lima puluh bintang putih di langit yang hanya seluas bendera amerika burung-burung mosul menetes di bawahnya dengan gigil yang nihil sejak kapal semokel melintasi sungai nil ke penghujung newyork […]
Puisi: Selain Empat Burung Gereja – Inggit Putria Marga (l. 1981)
Inggit Putria Marga (l. 1981) Selain Empat Burung Gereja persetubuhan rel dan roda kereta melahirkan sekaligus mengusir debu-debu angin sore pertengahan tahun mencampur mereka dengan udara menyesakkan paru-paru siapa saja, […]
Puisi: Penggali Batu Kapur – Kirdjomuljo (1930-2000)
Kirdjomuljo (1930-2000) Beginilah ia berjanji dengan irama guyur batu hingga ladang berderak burung-burung merendah merasa betapa berat langit betapa berat hati angin menggantungi sayap kabut meradangi arah Entah ia melepas […]
Puisi: Potret Kota Malam – Iyut Fitra
Iyut Fitra (tentang hujan yang turun semalaman. ia tuliskan sebisanya) detak waktu. jalanan basah yang bercakap dengan bulan lembab adalah sunyi lorong juga tiang. ia lihat pengemis tua tak bertudung […]
Puisi: Ranggawarsita – Agus R. Sardjono
Agus R Sardjono Zaman edan yang bahagia, di manakah gerangan Ranggawarsita? Sunya ruri seisi negeri. Siapa bertahta di ujung harta? Tanduk-tanduk partai, mengusung dua ratus juta telur sangsai ke rumah […]
Puisi: Ancaman Bengis Menggumam – Mh. Rustandi Kartakusuma (1921-2008)
Mh. Rustandi Kartakusuma (1921-2008) ANCAMAN bengis menggumam dalam awan hitam, Tak ada satu pohon yang berani meneruskan Nyanyiannya Daun-daun merapat ke dahan Diam-diam menyumpahi burung yang tercicit Kelam. Berat. Keluh […]
