• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Infus – Hasta Indriyana (l. 1977)

Posted on 8 Januari 201715 Desember 2020 by Editor

Hasta Indriyana (l. 1977) Dalam sebotol infus, ibu, bahasa manusia adalah Memaknai tubuh satu-persatu Diurai sambil mengingat doa-doa masa kecil Kupikir yang menetes itu bukan air mata Dari matamu, bukan […]

Posted in Puisi Tagged Hasta Indriyana, Puisi Leave a comment

Puisi: Jalan ke Bukit Penuh Duri – Raudal Tanjung Banua

Posted on 8 Januari 2017 by Editor

Raudal Tanjung Banua — untuk Afrizal Malna Ya, jalan ke bukit sudah berubah dalam langkahku kini; semak-semak meninggi, penuh duri rumput, ilalang pun jelatang berebut tumbuh di celah batu menggores […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Raudal Tanjung Banua Leave a comment

Puisi: Requiem – Wayan Sunarta

Posted on 7 Januari 2017 by Editor

Wayan Sunarta mengapa harus ruhku menuju ruhmu kau ternganga di tepi cadas memandang cemas            pada burung-burung yang mematahkan sayapnya di udara pada pusaran warna adakah kau temukan keabadian            […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Wayan Sunarta Leave a comment

Puisi: Dalam Lipatan Manhattan – Ramon Damora

Posted on 7 Januari 20177 Januari 2017 by Editor

Ramon Damora lima puluh bintang putih di langit yang hanya seluas bendera amerika burung-burung mosul menetes di bawahnya dengan gigil yang nihil sejak kapal semokel melintasi sungai nil ke penghujung newyork […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Ramon Damora Leave a comment

Puisi: Selain Empat Burung Gereja – Inggit Putria Marga (l. 1981)

Posted on 7 Januari 20179 Juli 2021 by Editor

Inggit Putria Marga (l. 1981) Selain Empat Burung Gereja persetubuhan rel dan roda kereta melahirkan sekaligus mengusir debu-debu angin sore pertengahan tahun mencampur mereka dengan udara menyesakkan paru-paru siapa saja, […]

Posted in Puisi Tagged Inggit Putria Marga, Puisi Leave a comment

Puisi: Penggali Batu Kapur – Kirdjomuljo (1930-2000)

Posted on 7 Januari 20178 Januari 2017 by Editor

Kirdjomuljo (1930-2000) Beginilah ia berjanji dengan irama guyur batu hingga ladang berderak burung-burung merendah merasa betapa berat langit betapa berat hati angin menggantungi sayap kabut meradangi arah Entah ia melepas […]

Posted in Puisi Tagged Kirdjomuljo, Puisi Leave a comment

Puisi: Potret Kota Malam – Iyut Fitra

Posted on 7 Januari 20177 Januari 2017 by Editor

Iyut Fitra (tentang hujan yang turun semalaman. ia tuliskan sebisanya) detak waktu. jalanan basah yang bercakap dengan bulan lembab adalah sunyi lorong juga tiang. ia lihat pengemis tua tak bertudung […]

Posted in Puisi Tagged Iyut Fitra, Puisi Leave a comment

Puisi: Ranggawarsita – Agus R. Sardjono

Posted on 6 Januari 2017 by Editor

Agus R Sardjono Zaman edan yang bahagia, di manakah gerangan Ranggawarsita? Sunya ruri seisi negeri. Siapa bertahta di ujung harta? Tanduk-tanduk partai, mengusung dua ratus juta telur sangsai ke rumah […]

Posted in Puisi Tagged Agus R. Sardjono, Puisi Leave a comment

Puisi: Ancaman Bengis Menggumam – Mh. Rustandi Kartakusuma (1921-2008)

Posted on 6 Januari 201718 Desember 2020 by Editor

Mh. Rustandi Kartakusuma (1921-2008) ANCAMAN bengis menggumam dalam awan hitam, Tak ada satu pohon yang berani meneruskan Nyanyiannya Daun-daun merapat ke dahan Diam-diam menyumpahi burung yang tercicit Kelam. Berat. Keluh […]

Posted in Puisi Tagged Mh. Rustandi Kartakusuma, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani