Weslly Johannes Membaca Alkitab dengan Mata Cemas dan Rindu 01/Kaulah manusia pertamadan akulah semua pohon dan hewanyang kauberi nama. 02/Kau gigit aku di ranum buah yang kuberi padamu.Manis, semanis-manisnya kebebasanPerih, […]
Puisi
Puisi: Rindu Melayu Awal Merayu – Zulkarnain Siregar (l. 1961)
Zulkarnain Siregar (l. 1961) rindu melayu awal merayu susur sungai riau ke hulumencari asal bandar awalkampung rebah itu dahulujejak istana sultan tinggaldari penyengat lalu ke bintandengan biduk labuh ditambattitian isyarat […]
Puisi: Dari Jendela Apartemen Tua – Zulkarnain Siregar (l. 1961)
Zulkarnain Siregar (l. 1961) dari jendela apartemen tua siang inilangit melukisgarisgaris kristal tiris seperti hujan ia lalu menemukantubuhnya tertampunghelai daun menetas tetesdari selokan talangserambi depan awal gerimis itu ia bersimbah […]
Puisi: Dua Malai Pagi – Inggit Putria Marga (l. 1981)
Inggit Putria Marga (l. 1981)Dua Malai Pagi biasanya, tiap tirai bermotif bambu itu tersingkapdan jendela terbuka bagai mulut mangappagi di taman di samping kamar seorang lelakitersaji begini : di sisi […]
Puisi: XIX – Weslly Johannes
Weslly Johannes XIX Masa kecilku adalah ketelanjangan laut dan bulu garam yang sederhana. Setiap hari, kutandai petang dan pagi dengan girang kanak-kanak yang berlari menyongsong laut. Badan mereka yang liat […]
Puisi: Segulung Ombak di dalam Samudra Biru – Mawie Ananta Jonie (l.1940)
Mawie Ananta Jonie (l. 1940) Segulung Ombak di dalam Samudra Biru* Sebuah Cerita Buat Anakku Pinta 1 100 tahun yang lalu, anakku, tatkala Nusantara bersuku-suku, dia lahir dari kandungan mimpi […]
Puisi: Garis – Weslly Johannes
Weslly JohannesGaris Sudah terang di luar.Bagai bau buku baru,udara tahun baru masuk mengikuti cahaya,waktu kubuka jendela kayudan dari gelas kacabayang tipis terlempar ke atas kertas. Seperti tali kekangpada leher seekor […]
Puisi: Makan Siang – Weslly Johannes
Weslly JohannesMakan Siang Dari dinding siang yang bolong,aku memandang pekarangan.Daun pandan dan teman-temanbernaung di bayang pohon mangga. Ibu keluar memetik bunga pepaya.Kepada jari-jarinya yang menggapai,tatapanku pergi dan, seperti anak kecil,pertanyaanku […]
Puisi: Bukan Cermin Hendak Retak – Zulkarnain Siregar (l. 1961)
Zulkarnain Siregar (l. 1961) bukan cermin hendak retak andai kata hendak disangkamengapa aksara sepi disapa.lalu sudikah makna hendak didugabilamana kata tak turut menyertakadang cerita tinggal di pustaka-pustakajarang dicerna jadi kelakuan […]
