OR Mandank (1913-1995)Aku Belum Hendak Diam kepada tuan yang membujuk saya O, saya tahu tempat yang tenteramTetapi saya belum hendak mengeram Kungin dahulu melalui jeramSupaya kupersaksikan gemuruh riamArti hidup […]
Puisi: Credo – Dami N. Toda (1955-2005)
Dami N. Toda (1955-2005)Credo Percaya awan? awan menyangkal waktu dikoyak sinar sang surya Percaya gunung? gunung menyangkal waktu puncak dibongkar api Percaya bumi? bumi menyangkal waktu biru biru biru tak […]
Puisi: requiem sebuah balon – Malkan Junaidi
Malkan Junaidirequiem sebuah balon pintu itu, mayat pohon mangga dari sebuah kebun. ia telah menerima berjuta ketukan dan salam. angin dan debu, tamu-tamu yag paling tekun, membawa dongang-dongeng dari tanah […]
Puisi: di jeda iklan di sepanjang film kartun yang kuputar di perutku – Malkan Junaidi
Malkan Junaididi jeda iklan di sepanjang film kartun yang kuputar di perutku aku suka subuh yang hujan. aku suka mengakhiri malam di tubuhku dengan kesadaran bahwa ini bukan musim kemarau. […]
Puisi: Duke Island* – Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)
Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)Duke Island* : para penambang singkek dari mana hendaknya ke mana dari thong san kami ke bangka di atas kapal nasib kami dijejal-jejalserupa anak babi […]
Puisi: Lendir Bekicot -Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)
Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)Lendir Bekicot kata ayah: bekicot di kampung kamidibawa oleh jepang, lendirnya anyir sepanjang jalan dan di bawah terik mataharilayulah kembang-kembang setaman hingga suatu masa– ah, bukan […]
Puisi: Silsilah Ruko Tua -Sunlie Thomas Alexander (l. 1977)
Sunlie Thomas AlexanderSilsilah Ruko Tua ini ruko, dari luar segala nampak: sukacitamendiang buyut menjelma mesin jahit tuan,sisa keluletannya menyaru sebagai pakaiandi hanger dan rak-rak panjang, melambailahuntung-rugi niagaseumpama kain-kain pajangan “jika […]
Puisi: Jalan Setapak – Iswadi Pratama (l. 1971)
Iswadi Pratama (l. 1971)Jalan Setapak engkau jalan setapak di pinggiran tanjungkarangmeliuk di pinggang bukit, lempang di landai pantairumpang-lesuh di kampung kumuh di minggu pagi,orang-orang, sebagian kecil orang di kota inimerayakan […]
Puisi: Kebun Istana – Ali Ibnu Anwar (l. 1996)
Ali Ibnu Anwar (l. 1996)kebun istana lihat kebunku. kehilangan bunga. ada yang punah dan ada yang lucut. setiap zaman, kucari cahaya. yang punah kelesah arah. yang lucut merajut maksud. Sumber: […]
