Dorothea Rosa Herliany 1. selalu, setiap perjalanan keluhkesah itu kau tak ingin sampai, di atas andong kau bertanya siapa di antara kita kusirnya kau tak ingin sampai, di setiap tikungan […]
Puisi
Puisi: Penghuni Dangau di Tepi Danau – Piek Ardijanto Soeprijadi (1929-2001)
Piek Ardijanto Soeprijadi (1929-2001) seorang lelaki tua menyadap senja mengail di tepi telaga pandang menebar sekitar menampung sisa sinar menangkap sunyi menjalar lelaki tua itu dalam hening ke danau mencemplungkan […]
Puisi: Tembang Nelayan Diri Hari – Tri Astoto Kodarie
Tri Astoto Kodarie ada yang terkabarkan dari kepulangan itu geladak perahumu bau kan dan membisu sementara tangan-tangan ombak menyatu sangsi dan lesu adakah keringatmu masih berbau garam? keletikan adalah buih-buih […]
Puisi: Menanam Bunga – Yus R. Ismail
Yus R. Ismail akulah air yang menyiram akar mawar akulah matahari yang membakar daun kehidupan akulah bumi tempat segala sunyi mencari cermin sendiri akulah angin yang membawa harum ke parfum-prfum […]
Puisi: Pascakolonialisme Brandon Venzord – Boy Riza Utama
Boy Riza Utama Ia merasa dirinya Hindia yang utuh : Dialektika dalam paspor Belanda “Aku lupa, ada Jan dalam namaku, Tanpa Coen, dan seseorang, di laut, Telah menggunting bayanganku.” Ia […]
Puisi: Pencarian – Anwar Noeris
Anwar Noeris aku telah memutuskan berhenti mencarimu sebab aku tahu kau tak melekat di benda-benda, di semilir angin, di gemericik air. kini aku tinggal masuk ke dalam diriku, menjumpaimu seutuhnya. […]
Puisi: Kami Penabur – Asmara Hadi (1915-1976)
Asmara Hadi (1915-1976) Kami bekerdja dipadang masa Menaburkan benih tjinta mulia Jang nanti akan senantiasa Semerbakkan wangi bahgia-dunia Tapi kami hanja penabur Bila dunia berbahagia nanti Kami sudah lama berkubur […]
Puisi: Semangat Demokrasi – Asmara Hadi (1915-1976)
Asmara Hadi (1915-1976) Semangat Demokrasi Gemilang pagi mandi tjahaja Bangun alam kilau-kilauan Bisik berbisik nikmat rasanja Angin mesra mentjium Priangan Burung bernjanji girang bahgia Melompat dari dahan kedahan Daun dan […]
Puisi: Nasib Tanah Airku – Asmara Hadi (1915-1976)
Asmara Hadi (1915-1976) I Panas jang terik datang membakar Lemahlah kembang hampirlah mati Tunduk tergantung bersedih hati Mohon air kepada akar Mendapat air amatlah sukar Belumlah turun hudjan dinanti Musim […]
