Arwinto Syamsunu Ajie Sudah angin masih pula hujan malam berkabar pesan waktu, hingga kunyalakan lilin-lilin gaib, kutaburkan bubuk yang ditumbuk dari bayangan- bayangan terbakar itu di ladang warisan demi menumbuhkan […]
Puisi
Puisi: Aubade Jalan Pulang – Alpha Hambally (l. 1990)
Alpha Hambally (l. 1990) Aubade Jalan Pulang luka, hanya karena sedikit luka meminta ular melepaskan kulitnya dari balutan waktu lalu mengisi kembali racun yang menanggung rasa sakit ketika bertahan dari […]
Puisi: Pernyataan Perkutut – A. Muttaqin
A. Muttaqin Bagaimana mungkin sang kutilang, burung penyair yang riang dan rajin sembahyang itu mengoceh di pucuk pohon cemara bahwa akulah yang menghasut burung puter dan derkuku. Tidak. Sebagai burung […]
Puisi: Pandangan Elang – A Muttaqin
A Muttaqin Bangsatlah para serigala yang mengajar perang kepada kabilah-kabilah satwa di hutan sana. Bangsatlah celeng-celeng yang mengajar rasa rakus kepada sekalian satwa yang gampang mampus oleh lapar Telah kutinggal […]
Puisi: Di Hadapan Kedai Nasi – Esha Tegar Putra
Esha Tegar Putra Di hadapan kedai nasi kota sudah demam 36° C harum dendeng bakar, rendang setengah jadi, daun asam disangai di atas pagu, dan potongan koran berisi sajak seorang […]
Puisi: Apostolos – Erich Langobelen (l. 1994)
Erich Langobelen (l. 1994) Apostolos : untuk Subagio Seharusnya dalam berlayar Tak perlu mereka memiuhkan ketakutan Pada lerai angin ataupun musim Dan mendaraskan Pater Noster atau Mea CulpaDengan […]
Puisi: f/1.8 – Arif Rizki
Arif Rizki Aku tangkap kau dengan mata terbuka! Di hadapanmu, pupilku sempit dan lebar seketika. Sebagai sebuah kenangan, kau akan menjelma. Menetaplah pada ingatanku, bukan sepintas saja. Di sana, segala […]
Puisi: Pantai Pelabuhan Tua Ampenan – Sindu Putra
Sindu Putra tiada puisi, di tengah sajakku kata-kata basah kuyup, kehilangan raut di Ampenan memasuki bagian malam yang paling gelap penyair bisu itu menuliskan syair pada basah pasir; laut beku, […]
Puisi: Kukirimkan Engkau ke Negeri Mimpi – Syaukani al Karim
Syaukani al Karim anak-anakku: AAA, SSS, APGS, dan FAYA Kukirimkan engkau ke negeri mimpi, tanah yang disenandungkan setiap bunda, Mungkin sudah kau cecap asinnya, lewat air mata yang tumpah ke […]
