Bresman Marpaung 1 apa yang kau dengar bila serigala dan luwak berbisik di punggung bulan selain berbincang jubah paling cemar memintal dari mangsanya samar memerangkap mangsa lain pernahkah mereka terdengar […]
Puisi: Anak Kecil di Tengah Lautan – Dodong Djiwapradja (1928-2009)
Dodong Djiwapradja (1928-2009) Kita tidak pernah belajar bagaimana para nelayan berlayar. Ketika ombak datang didorongnya ke muka perahu kecil yang terbuka. Kitapun tak berani mengeringkan tubuh di tengah lautan: menantang […]
Puisi: Terlalu Banyak Kehilangan – Dodong Djiwapradja (1928-2009)
Dodong Djiwapradja (1928-2009) Inilah sebagian dari mimpi yang mestinya terjadi dulu waktu sekolah, ketika seorang dari kita membiarkan rambutnya terurai membaringkan tubuh di atas pasir, atau berenang ke tengah tatkala […]
Puisi: Kabar Cuaca dalam Seloka – Galeh Pramudianto
Galeh Pramudianto 1. senin, pagi ini cuaca berawan langit-langit lagi sandaran kau sedang benci kelaparan yang puasa saja telah kekenyangan 2. jangan lahir hari ini! pawukon santai menari watak buruk […]
Puisi: Bis – Kim Al Ghozali AM
Kim Al Ghozali AM : m. faizi bis kota tak lain sebagai masjid berjalan bagi yang senang berdzikir dan sembahyang tapi juga tempat hiburan atau ruang karaoke bagi yang doyan […]
Puisi: Mentika Batu – Fariq Alfaruqi
Fariq Alfaruqi “Ini batu mirah delima dari sebuah pulau di Afrika Madagaskar namanya. Diseberangkan berbingkah-bingkah ke daratan Eropa sana. Kau tahu, kabarnya ia bertengger pada pucuk mahkota raja berjejer di […]
Puisi: Kuda Bendi Pelerai Hati – Fariq Alfaruqi
Fariq Alfaruqi Kalau ada lebuh yang panjang bolehlah aku menumpang bendi melempungkan jalan yang dikatai orang sepi disesaki lengang tak kepalang berkerikil tajam dan menghunjam. Sekalian rampung juga perantauan yang […]
Puisi: Sanur – Dea Anugrah
Dea Anugrah Hari telah malam tetapi mereka pernah juga di sana. Duduk berdiam-diaman di atas sebuah kursi—yang mestinya untuk selonjoran seorang diri. Gampang betul, pikir yang perempuan, mengenali bulan tembaga […]
Puisi: Kepada Pembaca – Dea Anugrah (l. 1991)
Dea Anugrah Seperti ujung benang sehelai mudah luput dari lubang jarum, adakalanya sebuah puisi tak bisa menggenggam jiwamu. Kepadaku pernah ada yang berkata: “Bahasa adalah tebing-tebing terjal tipis udara, perangkap […]
