Usman Arrumy (l. 1990) Kwatrin Strainme Pada baris pertama dari sajakku namamu terguris di situ berdiam diri dari kekhusukan samadi demi melalui dunia fana ini dan katakata yang suaka dalam […]
Author: Editor
Puisi: Fatwa Cinta – Usman Arrumy (l. 1990)
Usman Arrumy (l. 1990) Fatwa Cinta Ia memilihku menjadi sunyi yang berderet di celah hurufmu Dititahkan aku sebagai doa yang melayang jauh membawa takdirmu Ia memilihku menjadi hening yang teruntai […]
Puisi: Rubaiyat – Usman Arrumy (l. 1990)
Usman Arrumy (l. 1990) Rubaiyat Embun terberai begitu santun setekun rekah merona pada bunga di kebun adakah angin pagi yang menujumu membisikkan sesuatu, tentang perasaan masygul yang kusebut masa lalu? […]
Puisi: Perbawati-Sukabumi – Slamet Sukirnanto (1941-2014)
Slamet Sukirnanto (1941-2014) Perbawati – Sukabumi Karena mendung tergeser dari langit Tundalah kantukmu barang sejam Mari! Mengurai cahya terang di bukit Tubuh menggigil dan dingin yang menggigit Sebelum tiba saatnya […]
Puisi: Ngrayun- Slamet Sukirnanto (1941-2014)
Slamet Sukirnanto (1941-2014) Ngrayun Beri Aku Air di kali Beri Aku Air di sawah-sawah Beri Aku Kenangan di lembah-lembah Beri Aku Kehidupan yang ramah Seputih cairan getah Yang terus mengalir […]
Puisi: Berangkat Pulang – Arsyad Indradi (l. 1949)
Arsyad Indradi (l. 1949) Berangkat Pulang Di atas batu langit kian kuning Sungai di mana matamu mengaca Ikanikan berenang di hatimu Apakah mengukir jauh perjalanan Ke kutub mana kita pulang […]
Puisi: Reruntuhan Hujan – Arsyad Indradi (l. 1949)
Arsyad Indradi (l. 1949) Reruntuhan Hujan Pagi tak jadi sempurna. Menatap pintu langit Siapa berlari bebasah perih di sana? Di dalam hujan. Mestinya tak perlu risau.. Di dalam rindu. Mestinya […]
Puisi: Gunung Bromo – Slamet Sukirnanto (1941-2014)
Slamet Sukirnanto (1941-2014) Gunung Bromo Buat: kawan-kawan dari Universitas Erlangga Malam dan lautan pasir dihapus kegelapan Angin mati meskipun tubuh berdekatan Sepanjang jalan mendatar dan meraba sepi Puncakmu anggun! Engkau […]
Esai: Frischa dan Tanda Bagi Waktu
Oleh Hasan Aspahani YANG segera menjadi perhatian saya ketika pertama kali membaca sajak-sajak Frischa Aswarini di buku “Tanda Bagi Tanya” (Gramedia, 2017) adalah waktu. Ada semacam obsesi laten terhadap waktu. […]
