Maro F Lawi (l. 1991) Sajak Terakhir Surga adalah gelembung sabun Yang penuh udara Karena dijejali keluh-kesah orang-orang Pasrah yang malas berusaha. Di sebuah taman, engkau pernah Mewariskan hujah yang […]
Puisi
Puisi: Perjamuan – Mario F. Lawi (l. 1991)
Maro F Lawi (l. 1991) Perjamuan Sehelai kafan membungkus rotimu. Kami berlatih Menjinakkan berpasang sumpit demi mangkuk-mangkuk mi Yang pasrah di hadapan kami. Tiga botol selai berdebar Di hadapanmu. Coklat. […]
Puisi: Rumah – Bahrum Rangkuti (1919-1977)
Bahrum Rangkuti (1919-1977) Rumah Kami menghuni tiga rumah Di kota metropol di mana malaikat, jin dan setan bertarung dalam hati insan Di Ciputat dekat danau si Gintung untuk memisah waktu, […]
Puisi: Alienasi Perempuan Semua Orang – Binhad Nurrohmat (l. 1976)
Binhad Nurrohmat (l. 1976) Alienasi Perempuan Semua Orang Kisut bibirmu menggambar selaput cahaya, mengelupasdari sekujur laut pasang, hitamkan seluruh tanda.Tangan-tangan lelaki menulis surat cintadi pesisir basah dengan huruf-huruf besar.Di dahan […]
Puisi: Kuburan Imperium – Binhad Nurrohmat (l. 1976)
Binhad Nurrohmat (l. 1976) Kuburan Imperium 1/ Raja agung dijunjung dan jatuh kemudian. Berduyun pergi bangsawan tanpa pulang. Trah imperium dikulum takdir kekalahan. Lalu senyap dalam babad dan reruntuhan. Kafilah […]
Puisi: Karantina, Cintaku – Binhad Nurrohmat (l. 1976)
Binhad Nurrohmat Karantina, Cintaku : istri Tak ada dosa jatuh di kota kita sekeras ledakan bom perang besar. Dari balik jendela kita menatap hujan serta memandang wajah kita di kaca. […]
Puisi: Tutupnya Kedai Kopi – Sabiq Carebesth (l. 1985)
Sabiq Carebesth Tutupnya Kedai Kopi Di meja itu — berwarna cokelat eboni Kau sajikan gelas demi gelas Hari demi hari dan tahun berganti Peruntungan dan luka-lukaku Telah mewarnai waktu Lebih […]
Puisi: Kiamat di Hari Kamis – Deddy Arsya (l. 1987)
Deddy Arsya (l. 1987) Kiamat di Hari Kamis Hari Sabtu ini malaikat akan mencabik baju di dadanya sendiri payudaranya akan menyumbul seperti kecambah kacang yang baru berumur tiga hari para […]
Puisi: Lengkung Teluk Painan – Deddy Arsya (l. 1987)
Deddy Arsya (l. 1987) Lengkung Teluk Painan Ketika seumuranmu, ibuku dibawa perahu Bugis ke pulau terdekat. Matahari hanya sebesar telur penyu. Kau bercerita tentang nenek moyangmu, pasir-pasir melonjak dalam matamu. […]
